Beranda > Documents > TCP/IP (Transmission Control Protocol/ Internet Protocol)

TCP/IP (Transmission Control Protocol/ Internet Protocol)

TCP/IP (transmission control protocol/ Internet Protocol)

TCP/IP adalah salah satu jenis protokol yang memungkinkan kumpulan komputer untuk berkomunikasi dan bertukar data didalam suatu network. Hampir semua perangkat keras dan sistem operasi menggunakan TCP/IP.

DOWNLOAD UDP and TCP

layanan yang diberikan oleh TCP/IP antara lain:

  • Pengiriman file (file transfer), memungkinkan user yang satu dapat mengirim atw menerima file ke kompoter jaringan.
  • Remote login, memungkinkan user melakukan log in ke dalam suatu komp. jaringan.
  • Computer mail
  • Network File System,pelayanan akses file2 jarak jauh yang memungkinkan klien2 untuk mengakses file pada komp. jaringan jarak jauh walaupun file tersebut disimpan secara local.
  • remote execution, memungkinkna user menjalankan suatu program di dalam komp yang berbeda
  • Name servers,nama database yang digunakan pada internet.

Bentuk arsitektur TCP/IP

OSI models TCP/IP

DOWNLOAD Model Referensi OSI

  1. Application
  2. presentation
  3. Session_____________Application________
  4. Transport___________Transport_________
  5. Network____________Internet___________
  6. Data link Network Interface
  7. Physical_____________Physical__________


OSI Model terdapat 7 lapisan, sedangkan untuk TCP/IP hanya 4 model yang juga mencakup model2 OSI. 4 lapisan tersebut yaitu:

  1. Network access, lapisan ini menggambarkan bagaimana data dikodekan mjd sinyal2 dan karakteristik anarmuka tambahan media.
  2. Internet layer/network layer, tiap jaringan harus secara unik diidentifikasi oleh alamat jarinagn.
  3. transport layer/host to host, membagi pesan2 menjadi fragment2 yang cocok dengan pembatasan ukuran yang dibentuk di jaringan, diantaranya mendeteksi kesalahan dalam pengiriman data.
  4. Appilcation layer, lapisan paling akhir yang hanya bertugas mengirimkan pesan yang ditujukan untuk lapisan ini.

Prinsip Kerja TCP/IP
dapat dianalogikan dengan pengiriman email, yang mencakup: pengirim, bagaimana cara agar email sampai pada tujuan, penerima.
Tugas TCP/Ip adalah ‘perantara’ bagaimana ’email’ tersebut dapat sampai ketujuan.

DOWNLOAD Prinsip Kerja TCP/IP

IP Address
adalah pengenal yang digunakan untuk memberi alamat host internet. formatnya 2 bit, yang tiap 8 bit dipisahkan oleh tanda titik. sekarang berjumlah sekitar 4 milyar yang dibagi menjadi 5 kelas yaitu: kelas untuk jaringan dengan jumlah host yang besar, kelas yang dialokasikan jaringan besar dan sedang, jaringan berukuran kecil, kelas yang digunakan untuk keperluan IP multicasting, kelas yang digunakan untuk keperluan eksperimental.

Subnetting
Adalah: proses memecah satu kelas IP Address menjadi subnet dengan jumlah host yang lebih sedikit.
tujuan: untuk mengefisiensikan alokasi IP Addres.
Subnet mask: angka biner 32 bit yang digunakan utk membedakan network ID dan host ID, serta menentukan letak suatu host (didalam atw diluar jaringan).
Petunjuk subnetting:

DOWNLOAD Subnetting

  • Tentukan jumlah jaringan fisik yang ada
  • Tentukan jumlah IP address yang dibutuhkan oleh masing2 jaringan
  • Satu subnet mask untuk seluruh network
  • Subnet id yang unik utk setiap segmen jaringan
  • Range host id untuk setiap subjek

IPv6
merupakan protokol internet baru yang dikembangkan untuk mengantisispasi perkembangan teknologi internet dimasa depan.fitur yang dimilik IPv6:

  • Jumlah IP address yang sanagt banyak
  • Autoconfiguration
  • Security
  • Quality of service

MODEL OSI

TCP/IP suite is illustrated here in relation to the OSI model:

* Model-OSI

Apa yang dimaksud dengan model-OSI?

Dahulu, komunikasi antar komputer dari vendor yang berbeda adalah sangat sulit dilakukan, karena mereka mengunakan protocol dan format data yang berbeda-beda. Sehingga International Organization for Standardization (ISO) membuat suatu arsitektur komunikasi yang dikenal sebagai Open System Interconnection (OSI) model yang mendefinisikan standar untuk menghubungkan komputer-komputer dari vendor-vendor yang berbeda.

Model-OSI tersebut terbagi atas 7 layer, dan layer kedua juga memiliki sejumlah sub-layer (dibagi oleh Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE) yang mana tidak saya diskusikan dalam tutorial ini. Perhatikan tabel berikut:

7th  –  layer: Application Services
6th  –  layer: Presentation Services
5th  –  layer: Session Communications
4th  –  layer: Transport Communications
3rd  –  layer: Network Communications
2nd  –  layer: Data-link Physical connections
1st  –  layer: Physical Physical connections

Layer-layer tersebut disusun sedemikian sehingga perubahan pada satu layer tidak membutuhkan perubahan pada layer lain. Layer teratas (5, 6 and 7) adalah lebih cerdas dibandingkan dengan layer yang lebih rendah; Layer Application dapat menangani protocol dan format data yang sama yang digunakan oleh layer lain, dan seterusnya. Jadi terdapat perbedaan yang besar antara layer Physical dan layer Aplication.

Mungkin kurang jelas, tetapi anda akan memahaminya setalah anda membaca seluruh tulisan ini. Suatu permintaan, dihasilkan dari atas (contohnya Layer application) diteruskan ke enam layer dibawahnya. Mungkin anda akan berpikir “Mengapa dibedakan atas beberapa layer?” Baiklah, jawabannya cukup sederhana: Setiap layer memiliki tugasnya masing-masing, mari kita lihat layer physical terlebih dahulu.

* Layer Physical (1)

Ini adalah layer yang paling sederhana; berkaitan dengan electrical (dan optical) koneksi antar peralatan. Data biner dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui media jaringan, sebagai contoh kabel, transceiver dan konektor yang berkaitan dengan layer Physical. Peralatan seperti repeater, hub dan network card adalah berada pada layer ini.

DOWNLOAD LayerPhysical

* Layer Data-link (2)

Layer ini sedikit lebih “cerdas” dibandingkan dengan layer physical, karena menyediakan transfer data yang lebih nyata. Sebagai penghubung antara media network dan layer protocol yang lebih high-level, layer data link bertanggung-jawab pada paket akhir dari data binari yang berasal dari level yang lebih tinggi ke paket diskrit sebelum ke layer physical. Akan mengirimkan frame (blok dari data) melalui suatu network.. Ethernet (802.2 & 802.3), Tokenbus (802.4) dan Tokenring (802.5) adalah protocol pada layer Data-link.

DOWNLOAD Layer Data-link

* Layer Network (3)

Tugas utama dari layer network adalah menyediakan fungsi routing sehingga paket dapat dikirim keluar dari segment network lokal ke suatu tujuan yang berada pada suatu network lain. IP, Internet Protocol, umumnya digunakan untuk tugas ini. Protocol lainnya seperti IPX, Internet Packet eXchange. Perusahaan Novell telah memprogram protokol menjadi beberapa, seperti SPX (Sequence Packet Exchange) & NCP (Netware Core Protocol). Protokol ini telah dimasukkan ke sistem operasi Netware. Beberaoa fungsi yang mungkin dilakukan oleh Layer Network

DOWNLOAD Layer Network

  • Membagi aliran data biner ke paket diskrit dengan panjang tertentu
  • Mendeteksi Error
  • Memperbaiki error dengan mengirim ulang paket yang rusak
  • Mengendalikan aliran

* Layer Transport (4)

Layer transport data, menggunakan protocol seperti UDP, TCP dan/atau SPX (Sequence Packet eXchange, yang satu ini digunakan oleh NetWare, tetapi khusus untuk koneksi berorientasi IPX). Layer transport adalah pusat dari mode-OSI. Layer ini menyediakan transfer yang reliable dan transparan antara kedua titik akhir, layer ini juga menyediakan multiplexing, kendali aliran dan pemeriksaan error serta memperbaikinya.

* Layer Session (5)

Layer Session, sesuai dengan namanya, sering disalah artikan sebagai prosedur logon pada network dan berkaitan dengan keamanan. Layer ini menyediakan layanan  ke dua layer diatasnya, Melakukan koordinasi komunikasi antara entiti layer yang diwakilinya. Beberapa protocol pada layer ini: NETBIOS: suatu session interface dan protocol, dikembangkan oleh IBM, yang menyediakan layanan ke layer presentation dan layer application. NETBEUI, (NETBIOS Extended User Interface), suatu pengembangan dari NETBIOS yang digunakan pada produk Microsoft networking, seperti Windows NT dan LAN Manager. ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol). PAP (Printer Access Protocol), yang terdapat pada printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk.

* The Presentation layer (6)

Layer presentation dari model OSI melakukan hanya suatu fungsi tunggal: translasi dari berbagai tipe pada syntax sistem. Sebagai contoh, suatu koneksi antara PC dan mainframe membutuhkan konversi dari EBCDIC character-encoding format ke ASCII dan banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Kompresi data (dan enkripsi yang mungkin) ditangani oleh layer ini.

* Dan akhirnya: Layer Application (7)

Layer ini adalah yang paling ‘cerdas’, gateway berada pada layer ini. Gateway melakukan pekerjaan yang sama seperti sebuah router, tetapi ada perbedaan diantara mereka (baca bagian berikutnya untuk informasi yang lebih jelas tentang kedua hal tersebut). Layer Application adalah penghubung utama antara aplikasi yang berjalan pada satu komputer dan resources network yang membutuhkan akses padanya. Layer Application adalah layer dimana user akan beroperasi padanya, protocol seperti FTP, telnet, SMTP, HTTP, POP3 berada pada layer Application.

* Routers and Gateways

Perbedaan antara router dan gateway mudah dipahami ketika anda mengerti tentang model-OSI, dan anda telah mengetahuinya setelah anda membaca tulisan diatas…🙂 Baiklah, sebagaimana gateway berada pada layer Application, sedangkan suatu router aktif pada layer Network dan Transport. Hal ini berarti suatu router lebih cepat dari pada gateway , karena protocol pada gateway harus melalui Layer Session, Presentation dan Application untuk di route.

* Apa saja yang terdapat pada masing-masing Layer

Layer 1 (physical) Network components:

  • Repeater
  • Multiplexer
  • Hubs(Passive and Active)
  • TDR
  • Oscilloscope
  • Amplifier

Protocols:

  • IEEE 802 (Ethernet standard)
  • IEEE 802.2 (Ethernet standard)
  • ISO 2110
  • ISDN
Layer 2 (Datalink) Network components:

  • Bridge
  • Switch
  • ISDN Router
  • Intelligent Hub
  • NIC
  • Advanced Cable Tester

Protocols:

Media Access Control:

Communicates with the adapter card

Controls the type of media being used:

  • 802.3 CSMA/CD (Ethernet)
  • 802.4 Token Bus (ARCnet)
  • 802.5 Token Ring
  • 802.12 Demand Priority

Logical Link Control

  • error correction and flow control
  • manages link control and defines SAPs

802.2 Logical Link Control

Layer 3 (Network)Network components:

  • Brouter
  • Router
  • Frame Relay Device
  • ATM Switch
  • Advanced Cable Tester

Protocols:

  • IP; ARP; RARP, ICMP; RIP; OSFP;
  • IGMP;
  • IPX
  • NWLink
  • NetBEUI
  • OSI
  • DDP
  • DECnet
Layer 4 (Transport)Network components:

  • Gateway
  • Advanced Cable Tester
  • Brouter

Protocols:

  • TCP, ARP, RARP;
  • SPX
  • NWLink
  • NetBIOS / NetBEUI
  • ATP
Layer 5 (Session) Network components:

  • Gateway

Protocols:

  • NetBIOS
  • Names Pipes
  • Mail Slots
  • RPC
Layer 6 (Presentation) Network components:

  • Gateway
  • Redirector

Protocols:

  • None
Layer 7 (Application) Network components:

  • Gateway


Protocols:

DNS; FTP

TFTP; BOOTP

SNMP; RLOGIN

SMTP; MIME;

NFS; FINGER

TELNET; NCP

APPC; AFP

SMB

Model referensi OSI dan Standarisasi

Untuk menyelenggarakan komunikasi berbagai macam vendor komputer diperlukan sebuah aturan baku yang standar dan disetejui berbagai fihak. Seperti halnya dua orang yang berlainan bangsa, maka untuk berkomunikasi memerlukan penerjemah/interpreter atau satu bahasa yang dimengerti kedua belah fihak. Dalam dunia komputer dan telekomunikasi interpreter identik dengan protokol. Untuk itu maka badan dunia yang menangani masalah standarisasi ISO (International Standardization Organization) membuat aturan baku yang dikenal dengan nama model referensi OSI (Open System Interconnection). Dengan demikian diharapkan semua vendor perangkat telekomunikasi haruslah berpedoman dengan model referensi ini dalam mengembangkan protokolnya.

Model referensi OSI terdiri dari 7 lapisan, mulai dari lapisan fisik sampai dengan aplikasi. Model referensi ini tidak hanya berguna untuk produk-produk LAN saja, tetapi dalam membangung jaringan Internet sekalipun sangat diperlukan. Hubungan antara model referensi OSI dengan protokol Internet bisa dilihat dalam Tabel 1.

Dari pada Loe DOWNLOAD artikelnya 1 demi 1.. heee.. bkin capek emang..!!

mending loe DOWNLOAD ARTIKEL Lengkapnya di SINI NI
DOWLOAD deh Sepuas nye…

Table 1. Hubungan referensi model OSI dengan protokol Internet.

Model OSI

TCP/IP

Protokol TCP/IP

No

Lapisan

Nama Protokol

Kegunaan

7

Aplikasi

Aplikasi

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) Protokol untuk distribusi IP pada jaringan dengan jumlah IP yang terbatas
DNS (Domain Name Server) Data base nama domain mesin dan nomer IP
FTP (File Transfer Protocol) Protokol untuk transfer file
HTTP (HyperText Transfer Protocol) Protokol untuk transfer file HTML dan Web
MIME (Multipurpose Internet Mail Extention) Protokol untuk mengirim file binary dalam bentuk teks
NNTP (Networ News Transfer Protocol) Protokol untuk menerima dan mengirim newsgroup
POP (Post Office Protocol) Protokol untuk mengambil mail dari server
SMB (Server Message Block) Protokol untuk transfer berbagai server file DOS dan Windows

6

Presentasi

SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) Protokol untuk pertukaran mail
SNMP (Simple Network Management Protocol) Protokol untuk manejemen jaringan
Telnet Protokol untuk akses dari jarak jauh
TFTP (Trivial FTP) Protokol untuk transfer file

5

Sessi

NETBIOS (Network Basic Input Output System) BIOS jaringan standar
RPC (Remote Procedure Call) Prosedur pemanggilan jarak jauh
SOCKET Input Output untuk network jenis BSD-UNIX

4

Transport

Transport

TCP (Transmission Control Protocol) Protokol pertukaran data beroriantasi (connection oriented)
UDP (User Datagram Protocol) Protokol pertukaran data non-oriantasi (connectionless)

3

Network

Internet

IP (Internet Protocol) Protokol untuk menetapkan routing
RIP (Routing Information Protocol) Protokol untuk memilih routing
ARP (Address Resolution Protocol) Protokol untuk mendapatkan informasi hardware dari nomer IP
RARP (Reverse ARP) Protokol untuk mendapatkan informasi nomer IP dari hardware

2

Datalink

LLC

Network Interface

PPP (Point to Point Protocol) Protokol untuk point ke point
SLIP (Serial Line Internet Protocol) Protokol dengan menggunakan sambungan serial

MAC

Ethernet, FDDI, ISDN, ATM

1

Fisik

Kategori:Documents
  1. bellow
    3 Agustus 2009 pukul 11:32 pm

    tanks..

    ada buat makalah..

    • DIDI
      4 Agustus 2009 pukul 3:19 pm

      sama-sama…

  2. Hj. Nurul Palah Idris
    4 Agustus 2009 pukul 3:17 pm

    sebelumnya saya minta maaf.

    subnetmask tersebut apakah bisa di tentukan apabila kelas dari suatu ip tersebut di ubah?

  3. 15 Agustus 2009 pukul 3:26 am

    assalamu`alaikum

    mohon maaf bang admin dan sekaligus minta izin menjawab pertanyaan dari Hj.nurul palah idris…!!

    subnetmask dari masing masing kelas ip itu berbeda-beda.
    misalnya subnet mask untuk
    ip kelas a :255.0.0.0
    ip kelas b :255.255.0.0
    ip kelas c :255.255.255.0

    sekedar itu aja dari saya maaf atas kekurangannya

    IT CLUB LOMBOK

    • 15 Agustus 2009 pukul 8:09 pm

      Wa’alaikumusalam Wr.Wb

      tanks tas penjelasan brother Hadyanwijaya 4 Hj. Nurul Palah Idris.
      dari penjelasan yang di berikan brother, bang Hj. bisa menentukan Subnetting suatu IP.
      menurut masing-masing kelas suatu IP.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: